Wisata air terjun Curug Tilu, memiliki pesona yang tidak bisa dikatakan biasa. Berada di wilayah Sukasari yang mayoritas wilayahnya masih berupa hutan belantara ternyata memiliki tempat yang mirip dengan Grand Canyon yang ada di bagian negara Arizona Amerika Serikat.
Untuk menjangkau Curug Tilu, dua jalur dapat dimanfaatkan oleh wisatawan yang ingin datang. Purwakarta - Jatiluhur dan Jalan Cikao Bandung Jatiluhur yang langsung tembus ke ruas Jalan Sukasari adalah salah satunya. Atau hanya butuh waktu sekitar 40 menit perjalanan yang ditempuh.
Sesampainya di lokasi, yakni di Desa Ciririp tempat Curug Tilu berada. Pengunjung sejenak beristirahat di Home stay sudah tersedia di pinggir curug (air terjun) lengkap dengan hammock (ayunan).
Setelah itu, bagi yang hobi berenang di alam bebas, wisatawan bisa menyegarkan diri dengan dinginnya air dari Curug Tilu yang bersih nan jernih.
Puas dengan berenang sambil menikmati nuansa alam yang masih terbilang jarang dijamah, wisatawan bisa mengarah diri dengan berjalan ke curug utama. Di sini pengunjung bakal dimanjakan dengan pemandangan alam nan hijau dan kontur bebatuan khas pegunungan. Warna air di tempat ini terlihat kehijauan serta tembus pandang kebebatuan yang ada di dalam aliran sungai.
Larut dalam keindahan alam, terkadang lupa akan waktu dan perut yang mulai menagih untuk diisi makanan, maka pengunjung dapat kembali ke home stay yang disediakan sekaligus memesan masakan berupa nasi liwet, yang terbilang sangat murah meriah.
Paling menarik, selain bisa menikmati sajian nasi liwet khas sunda lengkap dengan sambal dan ikan asin. Hidangan tersebut juga tidak dipatok urusan harga atau hanya alakadarnya untuk mengganti bahan masakannya saja.
Curug Tilu, saat ini masih dikelola oleh para pemuda desa setempat. Mereka melakukan promosi keindahan wisata itu dengan mengeksplorasi segala potensi.
Baru setelah tahun 2013 usaha mereka memperkenalkan Curug Tilu lambat laun dikenal masyarakat terutama warga lokal. Itu seiring dengan dibangunnya jalan lingkar barat yang menghubungkan Purwakarta dengan Kecamatan Sukasari. Pasalnya, selama puluhan tahun wilayah tersebut terisolir keberadaan Waduk Ir. Juanda Jatiluhur.
"Sejak Kang Dedi (Bupati Purwakarta) membuka akses jalan, kami memandang ini sebagai kesempatan, kenapa tidak? Potensi alam di sini kita perkenalkan kepada masyarakat luas, masih sangat asri dan harus kita rawat," kata salah seorang pemuda juga pengelola wisata Curug Tilu, Arif, Sabtu (11/2).
Selama ini, Arif mengaku hanya mengandalkan tenaga para pemuda di Desa Ciririp untuk melakukan pengelolaan. Adapun media promosi yaitu hanya menggunakan media sosial. Ia berharap Curug Tilu dapat dikembangkan dengan membuat sarana untuk 'river tubing' dan 'body rafting'.
"Terus terang masih jauh dari maksimal karena kami di sini beranggotakan pemuda desa saja. Inginnya tambah bagus. Tapi Alhamdulillah, wisatawan dari Jakarta dan Karawang, dan khususnya Purwakarta sehari bisa 20-30 orang yang datang," jelas Arif.


No comments:
Post a Comment