Benda-benda tua dan lusuh ini dipandang sebelah mata selama bertahun-tahun. Bahkan bisa dibeli di pasar barang bekas dengan harga yang bukan main murahnya. Tetapi setelah diteliti dan diotentifikasi, ternyata merupakan benda antik dengan nilai sejarah dan nilai ekonomi mencapai jutaan dolar. Beberapa di antaranya bahkan laku dilelang dengan harga dua kali lipat dan menjadi buruan para kolektor benda antik.
Berikut ini benda-benda rongsokan yang ternyata merupakan benda antik bernilai jutaan dolar, dilansir Oddee.
Penyangga kap lampu - 600.000 Poundsterling (9,8 miliar rupiah)
Sebuah porselen antik peninggalan Dinasti Qing terjual dengan harga 600.000 poundsterling atau sekitar 9,8 miliar rupiah di pelelangan Christie's. Mirisnya, porselen tersebut digunakan sebagai penyangga kap lampu meja selama puluhan tahun oleh pasangan suami istri asal Wales.Ternyata, penyangga kap lampu itu merupakan tempat meletakkan topi milik para bangsawan China, dibuat dari porselen kualitas nomor satu, dan memiliki motif 9 naga yang sangat langka. Diperkirakan bendan tersebut dibuat khusus untuk Kaisar Daguang.
Lukisan acakadut yang dibeli di toko loak - 9 juta dolar (119 miliar rupiah)
Melalui film dokumentar Who the #$&% Is Jackson Pollock?, diketahui bahwa seorang wanita bernama Teri Horton membeli sebuah lukisan dengan gambar acakadut dari toko loak seharga $ 5. Karena tak muat di truk trailer milik temannya, Teri menjual kembali lukisan itu di pasar loak. Kemudian seorang guru seni memintanya untuk mengotentifikasi lukisan itu di kepada pakar seni.Meskipun sempat diragukan karena tak ditandatangani, pemeriksaan sidik jari menunjukkan kalau lukisan tersebut merupakan gambar abstrak karya Jackson Pollock. Pollock adalah pelopor gerakan abstrak ekspresionis dalam seni lukis Amerika Serikat.
Lukisan tersebut sempat ditawar seorang pembeli dari Timur Tengah dengan harga $ 9 juta. Namun Teri hanya bersedia melepaskannya dengan harga $ 50 juta.
Mangkuk tua seharga $ 3 - $ 2,25 juta (29 miliar rupiah)
Dilansir CNN, sebuah mangkuk yang dibeli di sebuah bursa barang bekas New York dengan harga $ 3 laku dilelang dengan harga $ 2,25 juta. Alat makan tua dari tembikar ini merupakan mangkuk Ding, salah satu benda berharga peninggalan Dinasti Song Utara.Benda tersebut digeletakkan begitu saja di ruang tamu si pembeli selama bertahun-tahun. Padahal mangkuk tembikar ini terbilang langka, hanya tersisa 2 di seluruh dunia. Kembarannya berada di British Museum, London selama lebih dari 60 tahun.
Peti kuno tempat menaruh TV - 7,3 juta Euro (103 miliar rupiah)
Peti kuno dengan ukiran antik ini digunakan sebagai meja tempat meletakkan televisi selama belasan tahun. Pemiliknya, seorang insinyur Prancis membeli peti tersebut dengan harga yang sangat murah. Ternyata, ini adalah Peti Mazarin, sebuah karya seni Jepang dari abad 17. Selama bertahun-tahun, peti emas ini hilang dari peredaran. Padahal, hanya ada dua Peti Mazarin yang masih tersisa di seluruh dunia dan peti ini merupakan yang paling besar.Pada tahun 1986, sang insinyur pensiun dan membawa peti tersebut ke rumah barunya di Loire Valley. Suatu hari, keluarga sang insinyur memanggil para spesialis dari Rouillac untuk menilai dan menjual rumahnya. Di sanalah Peti Mazarin ditemukan. Setelah dilelang, peti laku terjual dengan harga 7,3 juta euro.
Kotak berisi negatif foto tua - $ 200 juta (2,6 triliun rupiah)
Rick Norsigian hobi membeli barang murah di garage sale. Lebih dari 10 tahun lalu dia membeli 2 buah kotak yang berisi satu set negatif foto tua dengan harga $ 45. Itu pun setelah ditawar dari harga aslinya yang $ 70. Rick mendapatkan untung besar, karena foto-foto yang dibelinya ternyata karya Ansel Adams. Adams adalah bapak seni fotografi Amerika Serikat.6 Foto dalam negatif itu dibuat oleh Adams pada periode-periode awal karirnya. Tadinya foto-foto tersebut sudah lenyap karena kebakaran yang melanda kamar gelap milik Adams pada tahun 1937. Tetapi entah bagaimana foto-foto tersebut masih selamat dan sampai ke tangan Rick Norsigian. Menurut perkiraan ahli seni New York, foto-foto tersebut bernilai $ 200 juta.

No comments:
Post a Comment